Telp: 0361 - 499020 | Whatsapp: 0817266212 | LOKASI TOKO KAMI -- KIRIM SELURUH INDONESIA --

  Depan » Katalog » BUKU KOMPUTER » Teknik » buku-kompute Keanggotaanku  |  Keranjang Belanjaan  |  Checkout   
 
CUCI GUDANG!

KAOS BALIWAE

OS LINUX, BSD ...

HARDWARE

DRONE DJI

° XIAOMI

SOFTWARE
BUKU KOMPUTER
  ° Bisnis
  ° Database
  ° Embedded+PLC
  ° Graphic Design
  ° Hacking+Sekuriti
  ° Internet+Web
  ° Jaringan
  • Keluarga
  ° Multimedia
  ° Office
  ° Paket Komplit
  • Programming
  ° Server
  ° Sistem Operasi
  ° Teknik
  ° Teknologi
  ° Tip dan Trik
  ° Wireless/Mobile
STICKER
° WEB HOSTING
° MAKANAN
° HOT ITEMS!
MAINAN LEGO
° PAYPAL
° TAS
Sold Out
Buku: Komputer dan Masyarakat
[buku-kompute]

Rp.150.000 Rp.115.000
Buku: Komputer dan Masyarakat

Penulis: I Putu Agus Eka Pratama. Penerbit: Informatika. Bab 1 : Bab 1 menjelaskan tentang perkembangan komputer, perangkat keras komputer (hardware), dan perangkat lunak komputer (software) dari masa ke masa. Dimulai dengan pendahuluan mengenai perkembangan komputer, perangkat keras (hardware), dan perangkat lunak (software). Kemudian dilanjutkan dengan definisi komputer, yang terdiri atas definisi awal komputer dan definisi komputer di masa kini menurut para ahli. Kemudian berlanjut ke sejarah perkembangan komputer di tiap generasi. Meliputi : Generasi Komputer Pertama (1941 1952), Generasi Komputer Kedua (1952/1956), Generasi Komputer Ketiga (1958 1970), Generasi Komputer Keempat (1970 1980), Generasi Komputer Kelima (1980 saat ini), Generasi Komputer Keenam (Masa Depan). Selanjutnya dibahas secara detail mengenai perkembangan perangkat keras komputer (hardware), yang terdiri atas pemakaian tabung (tube) vakum, pemakaian transistor, dan pemakaian Integrated Circuit (IC). Pembahasan kemudian dilanjutkan ke Mobile Computing, yang meliputi pendahuluan, definisi Mobile Computing, delapan elemen utama pada Mobile Computing (Program Management, IT Strategy, Process Transformation, Business Strategy, Analytic and Business Intelligence, Social Media, Change Management, Enterprise Architecture), Mobile Computing Android, tiga unsur utama pada Mobile Computing, dan faktor - faktor yang membatasi penggunaan Mobile Computing. Pembahasan selanjutnya adalah perkembangan perangkat lunak komputer (software), yang mencakup : perkembangan Sistem Operasi (Serial Processing, Simple Batch System, Multiprogrammed Batch System, Time Sharing System, Sistem Operasi Masa Kini), perkembangan aplikasi, model pengembangan perangkat lunak (model pengembangan struktural dan model pengembangan berbasis objek/Object Oriented).

Bab 2 : Bab 2 menjelaskan tentang masyarakat, Internet, dan komputer. Pembahasan dimulai dengan pendahuluan, masyarakat, definisi masyarakat, syarat - syarat terbentuknya suatu masyarakat, enam buah etika di dalam masyarakat, hukum di dalam masyarakat, definisi internet, sejarah internet di dunia, sejarah internet di Indonesia, manfaat adanya internet (manfaat internet untuk dunia pendidikan, manfaat internet untuk pemerintahan, manfaat internet untuk industri/swasta/wirausaha/bisnis, manfaat internet untuk masyarakat umum), perkembangan teknologi di internet, perkembangan teknologi di internet, bentuk interaksi komputer dan manusia, bentuk interaksi komputer dan internet, serta bentuk interaksi internet dan masyarakat. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai hubungan antara masyarakat, internet, dan komputer. manusia sebagai makhluk sosial, internet sebagai gabungan dari jaringan komputer sedunia, komputer digunakan di berbagai bidang kehidupan manusia, terciptanya masyarakat internet, masyarakat digital, dan masyarakat informasi, serta contoh interaksi masyarakat, komputer, dan internet (di bidang pemerintahan, di bidang pendidikan, di bidang pertahanan keamanan atau militer, dan di bidang ekonomi).

Bab 3 : Bab 3 menjelaskan Digital Divide dan Knowledge Divide. Pembahasan dimulai dengan pendahuluan mengenai Digital Divide, definisi Digital Divide, beberapa contoh nyata Digital Divide di Indonesia. Kemudian berlanjut dengan faktor faktor penyebab Digital Divide di Indonesia yang meliputi penyediaan infrastruktur yang belum merata, pembangunan yang belum merata, kurangnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, swasta, dan akademisi, kurangnya kepedulian masyarakat, perbedaan pola hidup masyarakat, serta regulasi yang berbeda di setiap daerah. Kemudian dilanjutkan dengan Digital Inequality sebagai dampak dari Digital Divide, serta Digital Divide pada negara negara lain di dunia. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Knowledge Divide yang meliputi definisi Knowledge Divide, faktor faktor penyebab Knowledge Divide, hubungan antara Digital Divide dan Knowledge Divide, serta upaya upaya di dalam menghapus Digital Divide dan Knowledge Divide (gerakan Internet Masuk Desa, sosialisasi penggunaan perangkat lunak Open Source, perbaikan dan penambahan infrastruktur oleh pemerintah, sosialisasi baca tulis dan digitalisasi ke masyarakat, serta semangat untuk belajar dan berbagi pengetahuan pada masyarakat).

Bab 4 : Bab 4 menjelaskan tentang Digital Literacy, definisi Digital Literacy, tiga buah definisi Digital Literacy (University Of Illinois USA), definisi Digital Literacy secara umum, Digital Literacy di dalam kehidupan sehari hari (Digital Literacy pada dunia kerja dan wirausaha, Digital Literacy pada dunia pendidikan, digital Literacy di dalam masyarakat atau masyarakat digital), dampak global dari Digital Literacy, beberapa buah sertifikasi di bidang Teknologi Informasi terkait dengan Digital Literacy (CEH, RHCE Linux, MCTS, OCP, CWNP, CCENT, dan NCLA), serta dampak global dari Digital Literacy. Pembahasan dilanjutkan mengenai Information Literacy yang meliputi definisi Information Literacy, serta Information Literacy dan kaitannya dengan Digital Literacy. Kemudian berlanjut ke pembahasan mengenai E-Skill yang dimulai dari definisi E-Skill, Digital Literacy dan E-Skill, Digital Literacy dan peranan kita sebagai masyarakat dunia (aktif di dalam menulis artikel online atau Online Sharing, menjadi tenaga pengajar dan peneliti, ikut di dalam Relawan TIK pada daerah manapun, serta menulis buku cetak maupun elektronik).

Bab 5 : Bab 5 membahas tentang E-Commerce. Pembahasan dimulai dari pendahuluan, definisi E- Commerce, faktor faktor pendukung E-Commerce, alur pada E-Commerce, faktor faktor pendukung E-Commerce, dua jenis pembagian E-Commerce (Business to Business atau B2B, retail atau Business To Customer), serta 14 buah layanan pada E-Commerce (Product Management, User Management, Cross Sell And Up Sell, Catalog Management, Content Management, Order Management, Inventory Management, Payment Service, Personalization, Campaign Management, Loyalty Management, Customer Service, Search Service, Reporting And Data Analysis). Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan E-Business yang dimulai dengan definisi E-Business, tujuh buah elemen pada E-Business beserta peranannya (Competitive Strategy, Business Strategy, Value Chain, Employees, Customer, Market Segment, dan Business Unit), empat buah persamaan antara E-Commerce dan E-Business (kesamaan proses yang dimiliki di dalamnya, peran serta di dalam Value Chain, interaksi dengan konsumen dan pelanggan, interaksi dan komunikasi dengan rekan bisnis dan supplier), perbedaan antara E- Commerce dan E-Business (perbedaan antara proses eksternal dan proses internal, perbedaan cakupan proses eksternal dan proses internal, perbedaan kompleksitas strategi, dan perbedaan jumlah integrasi di dalamnya), hubungan antara E-Commerce dan E-Business, permasalahan - permasalahan yang terjadi pada E-Commerce (kejahatan pada transaksi di dunia digital, perlindungan hukum terhadap transaksi bisnis digital), contoh - contoh aplikasi dan layanan E- Commerce yang meliputi contoh contoh aplikasi E-Commerce (CMS untuk E-Commerce, ERP, CRM, EAI, SCM) dan contoh contoh layanan untuk E-Commerce (A,azone, Toko Bagus atau OLX, dan Bhinneka). Pembahasan dilanjutkan dengan keamanan pada E-Commerce (celah keamanan pada E-Commerce, pengamanan pada E-Commerce menggunakan Sertifikasi SSL).

Bab 6 : Bab 6 menjelaskan tentang Search Engine Optimization (SEO). Pembahasan dimulai dari pendahuluan, definisi Search Engine, definisi Search Engine Optimization (SEO), tujuan Search Engine Optimization (SEO), proses pada SEO (Search Engine Optimization), tujuh elemen utama di dalam meraih sukses SEO (Content, Design, HTML, Key Word, Back Links, Strategy, Marketing), panduan untuk menggunakan dan menerapkan SEO (panduan SEO dasar, panduan SEO tahap selanjutnya). Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan Webmaster, Search Engine, dan Search Engine Optimization (SEO) yang meliputi definisi Web Master, hubungan antara Web Master, Search Engine, dan SEO. Selanjutnya dibahas tentang Etika dan Legalitas di dalam Search Engine Optimization (SEO) yang meliputi Sistem Page Rank, empat buah kecurangan terhadap Sistem Page Rank (Link Farming, Doorway Page, Keyword Stuffing, Auto Generate Page atau Scraper Page), hukuman terhadap kecurangan SEO terkait etika dan legalitas, Search Engine Optimization (SEO) dan strategi pemasaran global, kaitan antara Search Engine Optimization (SEO) dan Bisnis Online, pengaruh peringkat atas hasil pencarian terhadap bisnis, dan ditutup dengan pembahasan tentang menggunakan Google AdWords.

Bab 7 : Bab 7 menjelaskan tentang Social Media dan Social Network. Pembahasan dimulai dengan pendahuluan, definisi Social Media, definisi Social Network, perbedaan mendasar antara Sosial Media dan Social Network. Berlanjut ke pembahasan untuk kategori utama Social Network : Social Connection, Multimedia Sharing, Professional, Informational, Educational, Hobbies, dan Academic. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai kategori jajaran atas Social Media : Blog dan Micro Web, Wiki, Citizen Journalism Portal, Video Sharing, Picture Sharing, Link Sharing, Music Sharing, Slideshow Sharing, Product Feedback Sharing, Forum, Video Forum, Instans Messaging (IM), Voice Over Internet Protocol (VOIP), Social Networking, Niche Social Networking, Micro Publication, Social Agregation, Livecast Hosting, Mobile Equivalent, Virtual World, 3D Chat, Virtual Universe, Social Gaming, Casual Gaming, Social Network Enable Game, Massively Multiplayer Online (MMO), Massively Multiplayer Online Role Playing Game (MMORPG).

Bab 8 : Bab 8 menjelaskan tentang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Pembahasan dimulai dengan pendahuluan, definisi Kekayaan Intelektual, definisi hak, definisi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), latar belakang adanya HAKI (adanya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual, pengorbanan di dalam penyediaan sebuah kekayaan intelektual, nilai dari sebuah kekayaan intelektual), tujuan dan manfaat HAKI (tujuan adanya HAKI, manfaat adanya HAKI, motivasi berkat adanya HAKI, perlindungan hukum dengan adanya HAKI, penghargaan, menghargai, dan menghormati), ruang lingkup Hak Atas Kekayaan Intelektual (Hak Cipta atau Copy Right, Hak Kekayaan Industri atau Industrial Property Right), Hak Kekayaan Industri dan pembagiannya (paten, merek atau Trademark, desain industri, sirkuit terpadu, desain tata letak, rahasia dagang), Paten Law (definisi Paten Law, Inventor, Invensi), tiga kelompok subjek intelektual yang dapat dipatenkan (proses, mesin, barang yang diproduksi dan digunakan).

Bab 9 : Bab 9 menjelaskan mengenai Cyber Crime. Pembahasan dimulai dari pendahuluan, definisi Cyber Crime, dan faktor faktor penyebab timbulnya Cyber Crime. Kemudian dilanjutkan dengan pengelompokan Cyber Crime yang meliputi : akses ilegal (Unathorized Access), konten ilegal (Illegal Content), pemalsuan data (Data Forgery), mata mata (Cyber Espionase), sabotase dan perusakan (Cyber Sabotage And Extortion), pelanggaran HAKI (Offense Again Intellectual Property), pencurian data dan informasi (Infringement Of Privacy), pencurian kartu kredit (Carding/Credit Card Fraud), peretasan sistem secara ilegal (Cracking), Phising, dan Hijacking. Pembahasan selanjutnya adalah mengenai sistem pengamanan data (Firewall, kriptografi, Secure Socket Layer), Membedakan Hacking, Cracking, Hacker, Cracker (Dilihat Dari Definisinya, Dilihat Dari Tujuannya), Penegakan Hukum Terhadap Cyber Crime (Hukum Di Dunia Digital Indonesia atau UU ITE, Perlunya Penegakan Hukum Terhadap Cyber Crime), Beberapa Kasus Cyber Crime Di Indonesia (Kasus Pencurian Kartu Kredit atau Carding, Kasus Peretasan situs Presiden SBY, Kasus Penyadapan Oleh Badan Intelijen Australia).

Bab 10 : Bab 10 membahas tentang Etika Komputer. Pembahasan dimulai dengan pendahuluan, definisi Etika, definisi Etika Komputer, tahap tahap perkembangan Etika Komputer ke dalam enambuah tahap (dimulai dari tahap pertama di tahun 1940 - 1950, kemudian di tahun 1960, tahun 1970, 1980, tahun 1990, hingga di tahun 2004), manfaat Etika Komputer, Etika Komputer di Internet (Netiket) yang meliputi Milis (Mailing List), Forum, Jejaring Sosial (Social Network). Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan Etika Komputer dan Cyber Crime : penemuan celah keamanan sistem (Bugs), pencurian data dan informasi, perusakan layanan umum.

Bab 11 : Bab 11 membahas tentang Kebebasan Informasi dan Privasi. Pembahasan dimulai dengan pendahuluan mengenai definisi Kebebasan, definisi Informasi, definisi Kebebasan Informasi, definisi Privasi, kebebasan Informasi dan Privasi, ciri ciri Kebebasan Informasi (keterbukaan informasi, kewajiban untuk menyebar luaskan informasi, adanya biaya untuk memperoleh informasi, keterbukaan informasi menjadi prioritas utama, perlindungan hukum terhadap saksi pengungkap informasi, kemudahan di dalam memperoleh dan mengakses informasi, pemerintahan yang terbuka), perkembangan Teknologi Informasi dan kaitannya dengan privasi (manusia sebagai makhluk dengan ruang private dan ruang publik, berkurangnya ruang privat), fenomena di masyarakat sehari hari (reality show di televisi, kamera dan alat rekam tersembunyi), privasi dan kewajiban beserta contoh (Studi Kasus : KPK/Komisi Pemberantasan Korupsi, Studi Kasus : Badan Intelijen CIA, FBI), contoh penyalah gunaan privasi dalam kehidupan sehari hari (penyalah gunaan kamera dan video rekam pada handphone, penyalah gunaan GPS/Global Positioning System, penyalah gunaan CCTV), penyalah gunaan privasi pada jejaring sosial (memposting gambar, memposting kata/kalimat/berita), pengawasan, dan dampak Kehilangan Privasi.

Bab 12 : Bab 12 membahas tentang Masyarakat Informasi. Pembahasan dimulai dengan pendahuluan, definisi Masyarakat, definisi Informasi, Masyarakat Agraris dan Masyarakat Industri (Masyarakat Agraris, Masyarakat Industri, Masyarakat Informasi), mengenal Masyarakat Informasi, Masyarakat Informasi dan Pemerintah, nilai penting dari Masyarakat Informasi, dampak negatif Masyarakat Informasi.

Bab 13 : bab 13 membahas tentang E-Government dan E-Governance. Pembahasan dimulai dari E- Government, yang meliputi definisi E-Government, tujuan E-Government, manfaat E-Government, tiga elemen utama pada E-Government. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai E-Governance, mengenal E-Governance, manfaat E-Governance, tiga pelaku utama di dalam E-Governance, empat buah model di dalam E-Governance. Selanjutnya dibahas mengenai perbedaan antara E-Government dan E-Governance, proses komputerisasi di pemerintahan (latar belakang, manfaat komputerisasi di pemerintahan, beberapa contoh nyata pemanfaatan komputer di pemerintahan).

Bab 14 : Bab 14 membahas tentang Profesi dan Etika Profesi. Pembahasan dimulai dengan pendahuluan, definisi Etika, Etika dan Etiket, definisi Profesi, definisi Etika Profesi, peranan Etika Profesi di dalam Profesi, Kode Etik, definisi Kode Etik, Kode Etik dan Etika Komputer, Tanggung Jawab Profesi, definisi Tanggung Jawab Profesi, serta kaitan antara Tanggung Jawab Profesi, Etika Profesi, dan Profesi.

Shopping Cart
0 item

Informasi
CARA BELI
Ukuran kaos
Site Map
Request CD/DVD..
Hubungi Kami